Thursday, August 16, 2012

Pidato Seekor Ayam Sambut 67 Tahun Kemerdekaan


Menyambut 67 Tahun Kemerdekaan Indonesia, jadi ingat sebuah tulisanku di Kompasiana, 17 Juni 2011,judulnya Ayam Lebih Baik daripada Koruptor.

SBY hari ini, Kamis 16 Agustus 2012 berpidato bangga, kekuatan ekonomi Indonesia berada di posisi 16 dunia. Tapi apa artinya di peringkat ini, jika peringkat korupsi negri ini termasuk tiga, empat atau lima  besar di dunia? Mungkin seekor ayam, tidak akan mengerti.

Namun, silahkan mengatakan apapun, tapi jangan pernah mengatakan Indonesia seperti ayam goreng yang tidak pernah sekolah.Pasalnya tak ada sekolah yang terbuka untuk ayam goreng, sehingga nasib si ayam hanya dimakan,ditelan lalu menjadi kotoran.Namun sekotor-kotornya kotoran ayam masih lebih baik daripada kotoran koruptor.Karea ayam tidak pernah korupsi.Jadi ayam lebih baik daripada koruptor.

 Coba renungkan lagi koruptor,ayam saja rela mati untuk manusia.Tiap hari setengah juta ekor ayam potong, dikonsumsi warga jakarta sehingga mereka hidup.Demikian pula tiap hari ada 400 ribu ekor ayam potong dimakan warga Surabaya. Jutaan lainnya dimakan di berbagai kawasan lain di Tanah Air. Ayam sungguh menghidupi Indonesia.Sedangkan koruptor terus menggerogoti negri ini.Setelah digerogoti, Indonesia akan jadi busuk.Ini cocok dengan asal kata korupsi yang diambil dari bahasa Latin corrumpere, yang maknanya membusukkan.

 Para koruptor, hidupmu sungguh lebih rendah daripada kotoran ayam.Karena kotoran ayam bisa menyuburkan tanaman, sementara kelakuanmu membuat banyak anak negri ini, khususnya anak miskin terus menderita gizi buruk, tak bisa sekolah apalagi kuliah.Maka disarankan, jangan korupsi lagi.Uang yang sudah terlanjur dikorupsi, tolong dikembalikan ke negara. Atau bisa juga dibelikan ayam kampung, lalu bagilah ayam itu ke kampung-kampung di negri ini. Ini jauh lebih berguna daripada uangnya dimakan sendiri.

 Tulisan ini bukanlah pesanan atau iklan dari Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Tapi ada baiknya KPK,lembaga-lembaga tinggi negara seperti DPR, MK, MA, Kejaksaan, Kepolisian dan departemen-departemen, memelihara ayam daripada memelihara koruptor.

No comments: